Delapan Jam Menari Nonstop di Festival Budaya Pendopo

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Pendopo Rumah Batik dan Kerajinan Indonesia yang berada di Living World Alam Sutera mempersembahkan acara Festival Budaya dengan tema “Warna Warni Batik Negeriku”.

Acara yang diselenggarakan sejak tanggal 24 September sampai dengan 6 Oktober 2019 nanti diisi dengan berbagai macam kegiatan budaya berupa pertunjukan musik, workshop membatik, mengayam dan doodle, lomba Fashion Show dan juga pertunjukan tari-tarian. Dan untuk acara pameran Pendopo berlangsung dari tanggal 24 September sampai dengan 7 Oktober 2019.

Salah satu kegiatan budaya yang ditampilkan pada tanggal 29 September 2019 lalu adalah pertunjukan tari-tarian yang dipersembahkan oleh Sanggar Cipta Art. Dalam kegiatan ini, Sanggar Cipta Art mempersembahkan acara “Delapan Jam Menari” yang diikuti oleh 4 orang penari yang menari secara nonstop selama 8 jam, diiringi berbagai tari-tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta Menari Delapan Jam (Foto by Rey)

4 penari yang mengikuti program Delapan Jam Menari tersebut adalah Annisa Azahra, Aziizah Nur Pratiwi, Eka Fatimah dan Naima Zahra Hafizhah. Keempat penari tersebut menarikan berbagai macam tarian sesuai dengan tari-tarian yang di tampilkan diatas panggung oleh pengisi acara.

Tari Enggar Enggar yang di tarikan oleh pimpinan sanggar Cipta Art, Ilham Riyanto bersama dengan Dewi Rosita dari Sanggar Cipta Art. (Foto by Yanti)

Acara Delapan Jam Menari dibuka dengan Tari Kolosal yang diikuti seluruh pengisi acara yang disusul kemudian dengan penampilan tari Enggar Enggar yang di tarikan oleh pimpinan sanggar Cipta Art, Ilham Riyanto bersama dengan Dewi Rosita dari Sanggar Cipta Art. Tarian yang berasal dari Jawa Tengah ini menceritakan tentang Damarwulan yang berpamitan kepada Anjasmara untuk pergi ke medan perang. Tari Enggar Enggar ini merupakan tarian halus yang menuntut keterampilan yang tinggi dan penghayatan yang dalam pada saat menarikannya.

Tari Baris Klinting yang di tarikan oleh sepuluh orang penari yang berusia 6 sampai 8 tahun dari Sanggar Cipta Art (Foto by Rey)

Acara kemudian dilanjutkan dengan tari Wayang Jekdong dan Baris Klinting. Tari Baris Klinting yang di tarikan oleh sepuluh orang penari yang berusia 6 sampai 8 tahun ini menceritakan tentang anak-anak yang sedang latihan baris berbaris. Tarian yang terlihat jenaka dan ceria ini ditarikan dengan lincah oleh murid-murid dari Sanggar Cipta Art.

Selain persembahan tari-tarian tradisional dari Sanggar Cipta Art, acara ini juga didukung oleh penampilan tari dari TK Tunas Indonesia, SD Tunas Indonesia, Sekolah Kinderfield dan beberapa sanggar tari lainnya seperti Yusan Art Studio, Sanggar Tari Masa Budaya dan Sanggar Aditari.

Penari Sajojo (Foto by Rey)

Sebelum acara berakhir, dilakukan pemilihan Miss Dancer dari keempat peserta Delapan Jam Menari. Setelah melalui beberapa penilaian yang antara lain tentang konsistensi dan kreativitas yang di tampilkan secara delapan jam nonstop tersebut, Naima Zahra Hafizhah terpilih sebagai Miss Dancer yang berhak mendapatkan penghargaan dan juga mahkota sebagai Miss Dancer dalam acara tersebut.

Pemenang Miss Dancer, Naima Zahra Hafizhah (Foto by Rey)

Festival Budaya yang diselenggarakan selama 2 minggu di West Atrium, Living World Alam Sutera Lantai GF ini juga menggelar Bazaar produk-produk batik dengan diskon yang menarik sampai sebesar 50%. Sementara untuk pengguna kartu kredit BCA bisa mendapatkan tambahan diskon sebesar 5% dan cashback reward BCA sebesar Rp 100.000,-  per kartu per hari dengan minimal pembelanjaan sebesar Rp 500.000,-.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *