Ananda Sukarlan, Menyambut Kebebasan Ahok Melalui Karya Musiknya

Karya Ananda Sukarlan “No More Moonlight Over Jakarta” akan dimainkan oleh official pianist dari 32 Bright Clouds , Yael Weiss pada konsernya yang di gelar di beberapa negara mulai tanggal 24 Januari 2018.

Hampir setiap orang memiliki tokoh yang diidolakan dalam hidupnya. Tokoh idola tersebut bisa datang dari kalangan manapun dengan berbagai macam status dan profesi. Begitu juga seorang Ananda Sukarlan, seorang musisi yang juga diidolakan oleh masyarakat. Kita semua tahu bahwa Ananda Sukarlan juga memiliki sosok idola yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau yang kita kenal dengan nama Ahok.

Seperti kita ketahui Ahok adalah mantan Gubernur DKI Jakarta yang hanya dalam 3 tahun berhasil mengubah Ibu kota Indonesia menjadi lebih cantik dengan segala fasilitas kelas internasional. Dari mulai pembenahan dan penambahan infrastruktur, pembenahan bidang transportasi massal, kesejahteraan rakyat, mempermudah birokrasi dan banyak hal yang sangat bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Keterbukaan dan jiwa pengabdiannya kepada masyarakat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Hal yang paling banyak dikenang dari masa kepemimpinannya adalah terbukanya akses langsung untuk masyarakat menyampaikan pengaduan kepada Gubernurnya. Setiap pagi balai kota akan dipenuhi dengan antrian masyarakat untuk mengadukan permasalahannya yang biasanya akan langsung di tindak lanjuti dengan segera.

Pada akhir kepeminpinannya, Ahok didakwa dengan tuduhan penistaan agama yang menyebabkannya harus menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua.

Pada bulan Januari nanti, Ahok akan selesai menjalani masa hukumannya. Banyak persiapan-persiapan dari sebagian masyarakat untuk menyambut kebebasan Ahok nanti. Salah satunya adalah Ananda Sukarlan yang akan menyambut keluarnya Ahok dari Mako Brimob melalui karya musiknya.

Pada saat Ahok harus menjalani hukuman di Mako Brimob, Ananda Sukarlan menciptakan sebuah komposisi yang berjudul “No More Moonlight Over Jakarta”. Komposisi yang dibuat sebagai bentuk protes seorang Ananda Sukarlan terhadap ketidak adilan terhadap Ahok ini dibuat berdasarkan pada Sonata Beethoven yang berjudul “Moonlight”. Karya tersebut juga diinterpretasikan secara visual oleh Julie Putra dengan indah. Visual art tersebut digambarkan dengan seseorang yang berusaha menggapai bulan dengan menaiki anak tangga diatas Jakarta yang terlihat dari adanya gambar api dari tugu Monimen Nasional.

Untuk menyambut kebebasan Ahok yang akan selesai menjalani masa hukumannya di rutan Mako Brimob Januari 2019 nanti, karya Ananda Sukarlan yang berjudul “No More Moonlight Over Jakarta” akan di mainkan dibeberapa negara. Dan negara pertama yang akan menggelar konser dengan memainkan karya tersebut adalah Amerika Serikat, tepatnya di Washington DC.

Kota Washington DC adalah merupakan kota yang menjadi jantungnya hak asasi manusia. Di kota tersebut berdiri kantor Amnesty International OHR atau Office Of Human Right.

Di kota tersebut, karya Ananda Sukarlan akan dimainkan oleh Yael Weiss yang merupakan official pianist dari “32 Bright Clouds“.

Yael Weiss akan membuka rangkaian konser tersebut di Strathmore Mansion, Washington DC pada tanggal 24 Januari 2019. Tanggal tersebut bertepatan sekali dengan tanggal selesainya Ahok menjalani masa hukumannya.

Rangkaian konser tersebut kemudian akan dilanjutkan di Western University, London Ontario Canada pada tanggal 26 Januari 2019. Selanjutnya, pada 15 Maret 2019 yang akan diadakan di Kerry Town Concert House, Ann Harbour, Michigan USA. Dilanjutkan di bulan Juni, tepatnya tanggal 2 Juni 2019 di Museum of Fine Art, St. Petersburg, Florida, USA, dan dilanjutkan pada tanggal 22 Juni 2019 di 32 Bright Cloud Recital in Havana, Cuba.

Musik adalah bahasa yang universal yang bisa menyentuh hati manusia yang paling dalam. Melalui musik, kita dapat mengungkapkan rasa bahagia, sedih, rasa terimakasih, simpati dan lain-lain. Dan melalui musiknya, Ananda Sukarlan membagikan rasa bahagia menyambut kebebasan Ahok dari masa tahanannya.

2 Replies to “Ananda Sukarlan, Menyambut Kebebasan Ahok Melalui Karya Musiknya”

  1. The righteous idolize the righteous as we idolize the same person because of the belief in defending the right and also I idolize you because you really know who is entitled to be idolizedβ€¦πŸ™πŸ™πŸ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *