Nyanyian Cinta Negeri, Konser Penutup di 2018 Jakarta City Philharmonic

Konser Nyanyian Untuk Negeri, Jakarta City Philharmonic (Foto: Rey Janecekova)
Banner konser-konser Jakarta City Philharmonic selama tahun 2018 (Foto: Rey Janecekova)
Banner konser-konser Jakarta City Philharmonic selama tahun 2018 (Foto: Rey Janecekova)

Musik klasik selama ini hampir selalu identik dengan musik untuk kalangan tertentu saja. Pada saat kita mendengar tentang konser musik klasik, kita akan otomatis membayangkan penonton yang sudah berumur dan berpakaian resmi.

Tetapi bayangan itu akan terbantahkan seketika pada saat kita menghadiri konser Jakarta City Philharmonic. Konser yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan ini dimainkan oleh anak-anak muda yang berbakat dan penontonnyapun hampir seluruhnya dari kalangan anak muda.

Bulan November ini, JCP kembali menggelar konsernya di Gedung Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pusat. Konser yang diadakan pada tanggal 9 November 2018 ini adalah merupakan konser penutup untuk tahun 2018.

Dengan mengambil tema “Nyanyian Cinta Negeri”, JCP membawakan sebelas lagu karya seniman-seniman besar Indonesia seperti Ajie Bandy, Banda Neira, Franky Sahilatua, Aksan Sjuman, Bimbo dan Frau.

Lagu-lagu tersebut kembali diaransemen ulang oleh para arranger muda yang sebelumnya sudah mengikuti seleksi yang diadakan setiap awal tahun.

Pada pengenalan konser oleh Aditya Setiadi, diketahui bahwa ternyata para penyanyi dan arranger pada konser malam itu yang telah lolos dari audisi adalah merupakan penonton JCP.

Sebelum konser dilaksanakan, dihadirkan dua arranger muda yang karyanya ditampilkan malam itu, yaitu Irsa Destiwi dan Achi Hardjakusumah.

Irsa Destiwi yang pada konser tersebut mengaransir ulang lagu Damai Tapi Gersang karya Adjie Bandy ternyata tahun lalu juga lolos audisi untuk konser JCP. Jadi koser kali ini adalah kedua kalinya aransemen Irsa ditampilan oleh JCP.

“JCP ini merupakan salah satu wadah untuk kami, arranger untuk menyalurkan passion kami meng-arrange sebuah lagu. Tidak banyak wadah-wadah di Jakarta yang kita bisa ikuti. Kebetulan di JCP ini kan ada setiap tahun, jadi saya berusaha untuk ikut ajang ini”. Demikian dituturkan oleh Irsa pada sesi pengenalan konser.

Sementara dari Achi Hardjakusumah yang adalah putri dari musisi Sam Bimbo, untuk konser malam itu Achi mengaransir ulang lagu karya Bimbo yang berjudul “Balada Seorang Biduan”. Alasannya memilih lagu tersebut sangat personal karena lagu tersebut adalah lagu karya ayahnya. “Sebetulnya alasan saya memilih lagu itu cukup personal. Pertama memang kebetulan lagu itu diciptakan oleh Sam Bimbo, ayah saya, dan dua tahun lalu adalah 50 tahun perjalanan Bimbo berkarya dan bertepatan tanggalnya dengan ulang tahun bapak. Jadi waktu itu bapak minta dibuatin konser, cuma karena satu dan lain hal belum mampu bikin konser jadi saya berpikir apa ya yang bisa menggantikan konser tapi bisa bikin beliau merayakan. Akhirnya waktu itu saya mengaransemen lagu ini dalam bentuk instrumental yang kebetulan direkam di Budapest. Jadi untuk surprise sebenarnya”. Begitu penjelasan Achi tentang pilihan lagunya malam itu.

Konser malam itu dibuka dengan lagu pertama, Damai Tapi Gersang karya Adjie Bandi yang disusul kemudian dengan lagu Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti. Lagu karya Banda Neira yang diaransir oleh Nicolaus Edwin Fitrianto tersebut dibawakan oleh dua orang vocalis yaitu Joseph Kristanto dan Bavo Sidharta.

Lagu-lagu karya para seniman besar Indonesia dibawakan dengan apik oleh para vocalis muda kita dengan orkestra yang di pandu oleh dua orang pengaba, yaitu budi Utomo Prabowo dan Fafan Isfandiar.

Pada lagu terakhir yang berjudul Damai Tapi Gersang ciptaan Ajie Bandy yang di aransemen oleh Didi Ardiansyah dan dinyanyikan oleh Desmon Cathabel Christie dan Bavo Sidharta, penonton tidak hanya diminta untuk mendengarkan tetapi juga dilibatkan untuk ikut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama yang tentu saja menjadikan konser malam itu terasa sangat istimewa bagi para penonton.

Akhirnya konser ditutup dengan menampilkan seluruh pendukung acara malam itu, yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Irawan Karseno, Ketua Komite Musik DKJ, Anto Hoed, Aksan Sjuman dan juga Sam Bimbo.

 

4 Replies to “Nyanyian Cinta Negeri, Konser Penutup di 2018 Jakarta City Philharmonic”

  1. Ternyata ini merupakan kegiatan rutin tiap bulan ya kak?
    Keren!
    Ikut merasa bangga dengan para anak muda selalu kreatif dan berbakat menampilkan musik klasik versi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *