Persembahan Untuk Ibu Tangguh dari Seniman Seniman Cilik Yayasan Art Brut

AnaKa, Jakarta. Setiap tanggal 21 April, di Indonesia diperingati sebagai hari Kartini. Yaitu hari untuk memperingati perjuangan seorang Kartini, wanita Indonesia yang memperjuangkan hak-hak wanita Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan pria dan memiliki kedudukan yang sama dengan pria.

Ada sesuatu yang istimewa pada perayaan hari Kartini tahun ini di Jakarta. Pada tanggal 20 sampai dengan 21 April 2018 yang jatuh pada hari Jumat dan Sabtu, dilaksanakan kegiatan yang luar biasa yaitu melukis di badan bus. Bus gandeng berwarna putih dari PT. Transjakarta dengan nomor body TJ0288 yang memiliki warna dasar putih itu dilukisi oleh 10 orang anak penderita Autis yang bergabung dibawah Yayasan Art Brut.

Seniman-seniman muda penderita Autis, dibawah bimbingan Art Mentor Kak Toto melukis di badan bus Transjakarta TJ0228 di halaman Balaikota DKI dengan tema “Ibuku Perempuan Tangguh” (Foto: Rey Janecekova)

Tema dari acara melukis di badan bus Transjakarta ini adalah “Ibuku Perempuan Tangguh”. “Acara ini diadakan untuk mengapresiasi ibu-ibu yang punya anak berkebutuhan khusus. Jadi bagaimana perjuangan mereka strugglingnya mereka bagaimana anak-anak ini bisa menjadi anak yang dibanggakan” kata Timotius Suwarsito atau yang biasa dipanggil kak Toto, Art Mentor dari anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Art Brut yang siang itu menemani anak-anak didiknya melukis di halaman Balaikota DKI Jakarta.

Yayasan Art Brut Indonesia sendiri adalah suatu yayasan yang mewadahi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkarya. Anak-anak berkebutuhan khusus dibawah naungan Yayasan Art Brut Indonesia tidak hanya anak-anak penderita Autis saja tetapi juga anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya baik fisik maupun mental. Hanya saja pada kegiatan kali ini memang mereka melibatkan anak-anak Autis saja.

Seniman-seniman muda penderita Autis, dibawah bimbingan Art Mentor Kak Toto melukis di badan bus Transjakarta TJ0228 di halaman Balaikota DKI dengan tema “Ibuku Perempuan Tangguh” (Foto: Rey Janecekova)

 

Kegiatan ini sendiri terinspirasi dari kegiatan sebelumnya, yaitu melukis tiang-tiang halte Transjakarta yang berada di Kampung Melayu Jakarta Timur. “Kalau bus iya baru pertama, tapi sebelumnya bulan kemarin kita kan di halte busway Kampung Melayu, itu mural di tiang-tiangnya” ujar kak Toto menjelaskan tentang kegiatan ini.

Kegiatan serupa memang belum dijadwalkan untuk dilakukan secara rutin, tetapi kali ini merupakan proyek percontohan. Nantinya bus yang sudah dilukisi oleh anak-anak dari Yayasan Art Brut akan di coating dengan lapisan khusus sehingga bus tersebut akan dapat dipergunakan untuk trayek normal. Hanya saja belum tahu akan dipergunakan di koridor berapa.

“Ibuku Perempuan Tangguh” (Foto: Rey Janecekova)

Masih menurut kak Toto, nantinya pada bulan Oktober direncanakan Yayasan Art Brut Indonesia akan juga menggandeng PT. Transjakarta untuk menyelenggarakan Festival Bebas Batas yang akan menampilkan hasil karya seni anak-anak berkebutuhan khusus di semua halte busway di Jakarta. Pada acara Festival Bebas Batas nanti akan ditampilkan lebih banyak peserta dari anak-anak difabel dan anak berkebutuhan khusus baik fisik maupun mental.

Terpilihnya 10 anak autis yang ikut serta dalam kegiatan melukis di badan bus Transjakarta kali ini sudah melalui seleksi berdasarkan kesiapan sang anak untuk tampil didepan publik, kemandirian dan juga kesediaan orang tuanya untuk mendampingi anaknya dalam kegiatan ini. Response dari anak-anak pesertanya sendiri mereka senang, orang tua dan sekolah juga bangga karena mereka mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat luas.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *